Banyak perusahaan mengandalkan armada kendaraan untuk operasional harian. Namun, saat musim hujan tiba, risiko kerusakan mobil karena banjir meningkat tajam dan bisa mengganggu aktivitas bisnis. Tidak sedikit armada yang tiba-tiba mogok karena banjir, mesin rusak akibat kemasukan air, hingga water hammer yang berujung pada biaya perbaikan sangat mahal. Laporan dari berbagai pusat layanan otomotif nasional menunjukkan bahwa kerusakan terkait banjir meningkat signifikan setiap musim hujan, terutama pada kendaraan operasional dengan mobilitas tinggi.
Kondisi ini sering tidak disadari hingga kendaraan benar-benar berhenti mendadak di jalan. Padahal, sebagian besar kerusakan akibat banjir sebenarnya bisa dicegah dengan manajemen armada yang tepat. Pertanyaannya: seberapa besar dampaknya untuk perusahaan, dan apa strategi terbaik agar armada tetap aman, efisien, serta tidak membebani biaya operasional?
Artikel ini akan menjelaskan berbagai jenis kerusakan mobil karena banjir, risiko finansialnya bagi perusahaan, serta bagaimana standar operasional dan layanan manajemen armada dari Prima Armada Raya dapat membantu perusahaan mengantisipasinya. Pembahasan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam bagi fleet manager, operational head, dan business owner yang ingin memastikan armada tetap prima saat musim hujan.
Kendaraan operasional bekerja dalam intensitas tinggi sehingga lebih rentan terhadap air, lumpur, dan genangan. Berikut beberapa kerusakan yang paling sering terjadi.
Banjir sering membuat air masuk ke ruang bakar melalui air intake. Ketika air terhisap masuk, pembakaran tidak dapat terjadi karena air tidak bisa dikompresi seperti udara. Kondisi ini menyebabkan mesin tersendat hingga mati.
Masalah ini menjadi jauh lebih parah jika kendaraan tetap dipaksa menyala di tengah genangan yang tinggi. Jika segera ditangani, kerusakannya mungkin ringan. Namun, jika mesin dipaksa hidup, kerusakan dapat merembet ke piston dan connecting rod.
Water hammer adalah kondisi ketika air masuk ke ruang bakar dan menyebabkan piston membentur air dengan keras. Benturan ini dapat menyebabkan piston bengkok, connecting rod patah, atau bahkan blok mesin retak. Biaya perbaikannya sangat tinggi dan biasanya memerlukan overhaul total.
Water hammer merupakan salah satu kerusakan yang membuat kendaraan perusahaan tidak bisa digunakan dalam waktu lama, dan sering kali terjadi karena pengemudi tidak mengetahui tanda-tanda awal mesin kemasukan air.
Kendaraan modern mengandalkan ECU dan berbagai modul elektronik. Saat terendam, komponen ini mudah mengalami korsleting. Kerusakan ECU tidak hanya membuat mobil mogok, tetapi juga memengaruhi sistem keamanan, ABS, sensor AC, hingga dashboard.
Bahkan setelah kendaraan dikeringkan, komponen elektronik yang pernah terendam berisiko rusak ulang karena residu air dan korosi.
Air banjir membawa kotoran, pasir, dan lumpur. Ketika masuk ke area kaki-kaki, suspensi, ball joint, dan bushing menjadi lebih cepat berkarat. Dalam jangka panjang, karat dapat membuat kendaraan terasa tidak stabil, menimbulkan bunyi berlebih, dan melemahkan suspensi.
Perusahaan sering tidak menyadari bahwa kerusakan ini bersifat progresif. Jika tidak dilakukan inspeksi menyeluruh, kaki-kaki kendaraan dapat mengalami penurunan performa yang berbahaya..
Kerusakan kendaraan operasional tidak hanya berpengaruh pada biaya perbaikan, tetapi juga menimbulkan kerugian yang lebih luas.
Manajemen armada yang efektif tidak hanya memastikan kendaraan siap jalan, tetapi juga mampu mengurangi risiko kerusakan musiman seperti banjir. Berikut upaya yang dilakukan Prima Armada Raya.
Memiliki SOP yang tepat membuat armada lebih aman dan risiko kerusakan dapat ditekan.
Tidak semua kendaraan cocok digunakan pada jalanan dengan risiko banjir. Beberapa pilihan lebih ideal untuk perusahaan yang membutuhkan mobilitas tinggi di kondisi cuaca ekstrem.
Kerusakan akibat banjir termasuk kategori kerusakan yang membutuhkan perlindungan komprehensif.
Berikut beberapa langkah tambahan yang sering ditanyakan pembaca dan sangat relevan untuk menjaga armada tetap aman.
Kerusakan mobil karena banjir adalah ancaman nyata bagi armada perusahaan. Mesin kemasukan air, water hammer, ECU rusak, hingga karat pada kaki-kaki dapat menimbulkan downtime dan kerugian besar. Namun, dengan manajemen armada yang tepat, edukasi pengemudi, pemantauan rute, dan SOP keselamatan yang jelas, sebagian besar risiko dapat dicegah.
Untuk perusahaan yang ingin memastikan armadanya selalu siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem, layanan manajemen armada dan penyewaan kendaraan dari Prima Armada Raya adalah solusi terbaik. Jelajahi opsi kendaraan operasional, SUV, dan MPV dengan ground clearance optimal melalui layanan Sewa Mobil Perusahaan di website resmi PAR.
Hubungi Prima Armada Raya untuk konsultasi kebutuhan armada yang aman dan siap menghadapi musim hujan.
https://www.dephub.go.id
https://www.bpbd.go.id
https://www.toyota.astra.co.id/information-safety/driving-tips-driving-in-rain